Skip to content
Apa itu College? Apakah Berbeda dengan Universitas? Kami Jelaskan | College Council
Kuliah di AS 24 menit baca

Apa itu College? Apakah Berbeda dengan Universitas? Kami Jelaskan

Pahami apa itu college di Amerika, perbedaannya dengan universitas, jenis-jenisnya, sistem perkuliahan, kehidupan kampus, dan panduan pendaftaran untuk pelajar Indonesia.

Apa itu College? Apakah Berbeda dengan Universitas? Kami Jelaskan

Sistem pendidikan tinggi Amerika telah bertahun-tahun menarik pelajar dari seluruh dunia, menawarkan berbagai peluang dan gelar bergengsi. Namun, bagi masyarakat Indonesia, istilah “college” bisa menjadi sumber kebingungan. Di Indonesia, “college” seringkali diasosiasikan dengan sekolah kejuruan atau lembaga pendidikan non-universitas, bukan sebagai institusi pendidikan tinggi pada umumnya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan apa sebenarnya “college” di Amerika Serikat dan bagaimana konsep ini berbeda dari universitas, politeknik, dan akademi di Indonesia. Jika Anda berencana untuk kuliah di AS, memahami perbedaan ini adalah dasar mutlak.

Apa Perbedaan “College” dengan “Universitas” dan Institusi Pendidikan Tinggi Lain di Indonesia?

Di Amerika Serikat, istilah “college” dan “university” sering digunakan secara bergantian, terutama dalam percakapan sehari-hari, ketika merujuk pada pendidikan setelah sekolah menengah. Anda mungkin mendengar “going to college” maupun “going to university” untuk merujuk pada tahap pendidikan yang sama. Namun demikian, ada perbedaan kunci tertentu.

“College” biasanya mengacu pada institusi yang berfokus terutama pada penawaran studi sarjana (undergraduate), yaitu program yang umumnya berlangsung empat tahun dan berakhir dengan perolehan gelar Bachelor of Arts (BA) atau Bachelor of Science (BS). Sementara itu, “university” biasanya merupakan institusi yang lebih besar, yang selain program sarjana, juga menawarkan studi magister (master’s) dan doktoral (Ph.D.), yang dikenal sebagai studi pascasarjana (graduate).

Penting juga untuk diketahui bahwa “college” dapat berdiri sebagai institusi mandiri, tidak bergantung pada universitas. Contohnya adalah yang disebut College Seni Liberal, yang akan kita bahas lebih lanjut nanti. Ini juga bisa menjadi bagian dari universitas yang lebih besar, menjadi departemen atau unit yang bertanggung jawab atas program sarjana. Contoh yang baik adalah Yale College, yang merupakan bagian dari Yale University. Mahasiswa Yale College memanfaatkan sumber daya seluruh universitas, tetapi memiliki struktur dan tradisi mereka sendiri. Demikian pula, Harvard College berfungsi dalam kerangka Harvard University, dan MIT memiliki program sarjana sebagai bagian dari Massachusetts Institute of Technology yang lebih besar.

Membandingkannya dengan sistem pendidikan tinggi di Indonesia, kita melihat perbedaan signifikan. Di Indonesia, kita memiliki pembagian yang jelas antara universitas, politeknik, dan akademi, yang masing-masing jenisnya berspesialisasi dalam bidang tertentu dan menawarkan berbagai jenjang pendidikan. Studi di Indonesia juga diorganisir dalam sistem dua tahap sesuai Proses Bologna: studi sarjana tiga tahun (S1) adalah siklus pertama, dan studi magister dua tahun (S2) merupakan siklus kedua. Di AS, studi sarjana biasanya lebih lama dan seringkali lebih interdisipliner di awal, memberikan mahasiswa lebih banyak waktu untuk memilih jurusan tertentu. Penting untuk membaca artikel kami tentang bagaimana ijazah SMA Indonesia diterjemahkan ke dalam persyaratan universitas asing.

Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi

FiturCollege Amerika (umumnya)Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia (contoh)
Jenjang studiTerutama sarjanaSarjana, Magister, Doktoral
Terminologi”College” dan “University” sering digunakan bergantian, “College” bisa menjadi bagian dari “University”Universitas, Politeknik, Akademi - jenis terpisah
Durasi studi sarjanaUmumnya 4 tahunUmumnya 3-4 tahun (S1)
Pilihan spesialisasiSeringkali setelah tahun pertama atau keduaSeringkali sejak awal studi
Institusi umumCollege Seni Liberal, Community College, College Sarjana di universitasUniversitas (umum, teknik, kedokteran, seni), Akademi

Kenali Berbagai Wajah “College” Amerika

Dalam sistem pendidikan tinggi Amerika, ada beberapa jenis utama “college” yang berbeda dalam karakter, penawaran pendidikan, dan misinya. Memahami perbedaan ini sangat penting bagi pembaca Indonesia.

College Seni Liberal - Pendidikan Komprehensif di Prioritas Utama

College Seni Liberal adalah institusi yang menekankan pendidikan luas di bidang-bidang seperti:

  • ilmu humaniora (sastra, sejarah, filsafat)
  • ilmu sosial (sosiologi, ilmu politik, ekonomi)
  • ilmu pengetahuan alam (matematika, fisika, biologi)

Institusi ini biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan dengan universitas, yang berarti kelas yang lebih kecil dan kontak yang lebih baik antara mahasiswa dan dosen. Metode pengajaran seringkali interaktif, dan banyak dari sekolah ini bersifat residensial, yang berarti sebagian besar mahasiswa tinggal di kampus.

Di College Seni Liberal, dosen biasanya adalah profesor penuh waktu, bukan asisten doktoral, yang lebih umum di universitas riset besar. Institusi ini bisa bersifat koedukasi atau satu jenis kelamin, swasta atau negeri, serta sekuler atau berafiliasi dengan agama tertentu. Beberapa di antaranya adalah institusi historis untuk kulit hitam (HBCU), dan yang lainnya menawarkan program pengajaran eksperimental.

Contoh College Seni Liberal yang terkenal adalah Williams College, Amherst College, Pomona College, Wellesley College, dan Carleton College. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemikiran kritis, keterampilan analitis, dan komunikasi pada mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk berbagai jalur karier dan studi pascasarjana. Dalam sistem pendidikan Indonesia, di mana spesialisasi sering dimulai lebih awal, College Seni Liberal mungkin tampak kurang dikenal, tetapi penekanannya pada pendidikan komprehensif dihargai di AS untuk mengembangkan adaptabilitas dan keterampilan pemecahan masalah.

Community College - Dua Tahun Menuju Tujuan atau Jalur Vokasi

Community College adalah institusi pendidikan tinggi negeri dua tahun yang terutama menawarkan program yang mengarah pada perolehan gelar Associate’s Degree (AA - Associate of Arts atau AS - Associate of Science). Institusi ini memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem pendidikan Amerika:

  1. Menawarkan program vokasi yang mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja di profesi tertentu setelah dua tahun studi.
  2. Merupakan jalur transfer yang populer ke universitas. Mahasiswa dapat menyelesaikan dua tahun studi di Community College, memperoleh gelar Associate’s Degree, dan kemudian pindah ke universitas empat tahun untuk melanjutkan studi sarjana dan memperoleh gelar Bachelor’s Degree.

Proses yang disebut “2+2” ini seringkali lebih terjangkau secara finansial, karena biaya kuliah di Community College biasanya lebih rendah daripada di universitas. Pada tahun akademik 2025-2026, biaya kuliah tahunan di Community College rata-rata 4.000-12.000 USD, sementara di institusi empat tahun negeri adalah 10.000-15.000 USD untuk mahasiswa lokal. Community College juga memiliki proses penerimaan yang lebih fleksibel, seringkali dengan kebijakan penerimaan terbuka untuk individu dengan ijazah sekolah menengah atau GED (General Educational Development test). Anda dapat membaca lebih lanjut tentang biaya kuliah di AS di panduan khusus kami.

Institusi ini terutama melayani komunitas lokal dan pasar kerja, menawarkan jalur yang terjangkau untuk pendidikan tinggi. Contoh Community College yang populer adalah Santa Monica College, Pasadena City College, dan Houston Community College. Bagi pelajar Indonesia, Community College dapat menjadi pilihan menarik untuk memulai studi di AS, memungkinkan penghematan biaya awal dan adaptasi bertahap terhadap sistem pendidikan Amerika. Ini juga merupakan pilihan yang baik bagi mereka yang mencari cara untuk kuliah di AS secara gratis.

College yang Merupakan Bagian dari Universitas - Sarjana di Bawah Naungan Raksasa

Banyak universitas besar di AS memiliki unit-unit yang lebih kecil dalam strukturnya yang disebut “college,” yang bertanggung jawab untuk menjalankan program sarjana. Contohnya termasuk Harvard College di dalam Harvard University, Yale College di Yale University, dan Columbia College di Columbia University. Institusi-institusi ini termasuk dalam Ivy League yang bergengsi, sebuah kelompok delapan universitas elit dengan tingkat penerimaan yang sangat rendah.

Mahasiswa “college” ini secara formal adalah bagian dari universitas dan memiliki akses ke sumber daya luasnya, seperti perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas lainnya. Namun, program sarjana dalam “college” ini seringkali memiliki struktur akademik, budaya, dan komunitas mahasiswa yang lebih terfokus.

Misalnya, Yale College menawarkan lebih dari 2.000 mata kuliah sarjana di bidang seni liberal dan ilmu pengetahuan alam, dan banyak profesor universitas terkemuka mengajar kelas tingkat pengantar. Konsep “college” di dalam universitas ini mungkin mirip dengan “fakultas” di Indonesia, namun seringkali lebih menekankan pada pengalaman sarjana yang kohesif dan pembangunan identitas yang kuat di antara mahasiswa pada jenjang tersebut.

Contoh lain universitas dengan “college” yang terkenal adalah Stanford University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan University of Chicago.

Bagaimana Pembelajaran di “College” Terorganisir? Dari Departemen hingga Sistem SKS

Struktur akademik “college” pada umumnya di AS berbeda dalam banyak hal dari yang dikenal di institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Memahami bagaimana pembelajaran diorganisir sangat penting bagi setiap pelajar Indonesia yang mempertimbangkan studi di Amerika Serikat.

Departemen (Departments) - Pembagian Spesialisasi

Baik “college” maupun universitas di AS dibagi menjadi departemen (departments) yang mengelompokkan akademisi dan menawarkan mata kuliah di bidang ilmu tertentu. Contoh departemen umum meliputi:

  • Departemen Bahasa Inggris (English Department)
  • Departemen Ilmu Komputer (Department of Computer Science)
  • Departemen Ekonomi (Department of Economics)
  • Departemen Biologi (Department of Biology)

Setiap departemen memiliki staf pengajar sendiri, kurikulum, dan seringkali gedung atau sayap gedung sendiri di kampus. Mahasiswa yang memilih jurusan (major) tertentu akan berinteraksi secara intensif dengan departemen yang menawarkan jurusan tersebut, mengikuti kelas yang diajar oleh profesornya dan memanfaatkan sumber dayanya.

Jurusan Utama (Major) dan Jurusan Minor (Minor) - Identitas Akademik Anda

Salah satu fitur utama sistem pendidikan tinggi Amerika adalah kemampuan untuk memilih jurusan utama (major) dan spesialisasi tambahan opsional (minor). Jurusan utama (major) adalah bidang di mana mahasiswa memfokuskan sebagian besar pembelajarannya dan di mana ia bermaksud untuk mendapatkan gelar.

Pemilihan major biasanya terjadi setelah tahun pertama atau kedua studi, yang memberi mahasiswa waktu untuk menjelajahi berbagai mata pelajaran dan menemukan minat mereka yang sebenarnya. Contoh major populer di AS meliputi:

  • bisnis
  • kesehatan
  • ilmu sosial dan sejarah
  • ilmu biologi dan biomedis
  • psikologi
  • teknik
  • ilmu komputer

Selain itu, mahasiswa sering memiliki pilihan untuk memilih spesialisasi tambahan (minor) di bidang terkait atau bidang yang sama sekali berbeda. Minor adalah program studi yang kurang intensif di bidang pilihan, yang memungkinkan mahasiswa untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka di area yang melengkapi major mereka atau hanya sesuai dengan minat mereka.

Minor yang populer meliputi bisnis, bahasa asing, ilmu komputer, penulisan kreatif, atau ilmu politik. Fleksibilitas dalam memilih major dan minor ini, seringkali setelah memulai studi, merupakan perbedaan signifikan dibandingkan dengan sistem di Indonesia, di mana mahasiswa biasanya mendaftar untuk jurusan studi tertentu yang telah ditentukan sejak awal.

Sistem Mata Kuliah dan SKS (Credits) - Ukur Kemajuan Anda

Di “college” Amerika, berlaku sistem mata kuliah dan SKS, yang dikenal sebagai sistem kredit (credits). Setiap mata kuliah, tergantung pada intensitas dan beban kerjanya, memiliki jumlah SKS tertentu. Menyelesaikan mata kuliah, yaitu mendapatkan nilai positif, menghasilkan pemberian jumlah SKS tersebut kepada mahasiswa.

Untuk menyelesaikan studi dan menerima gelar, mahasiswa harus mengumpulkan jumlah total SKS tertentu, yang bervariasi tergantung pada jenis gelar (misalnya, Associate’s, Bachelor’s) dan jurusan studi.

Jumlah SKS yang diberikan untuk mata kuliah tertentu mencerminkan perkiraan beban kerja mahasiswa, termasuk waktu yang dihabiskan di kelas (kuliah, latihan, laboratorium) dan waktu yang dihabiskan untuk belajar mandiri (membaca, menulis tugas, persiapan ujian). Biasanya, satu SKS setara dengan satu jam kelas per minggu dan sekitar dua jam belajar mandiri mahasiswa selama satu semester. Sebagian besar mata kuliah sarjana bernilai 3 atau 4 SKS.

Di AS, sistem semester dominan, di mana tahun akademik dibagi menjadi dua semester utama (musim gugur dan musim semi), berlangsung sekitar 15-16 minggu. Beberapa institusi juga menggunakan sistem kuartalan, dengan empat periode studi yang lebih pendek dalam setahun. Memahami sistem kredit penting bagi pelajar Indonesia, karena memungkinkan mereka merencanakan jalur studi, memantau kemajuan dalam memperoleh gelar, dan mungkin mentransfer SKS antar institusi yang berbeda.

Kehidupan Mahasiswa Gaya Amerika: Asrama, Klub, dan Olahraga

Kehidupan mahasiswa di “college” Amerika bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sosial yang kuat. Bagi banyak mahasiswa, pengalaman hidup di kampus adalah bagian integral dari pendidikan mereka. Penting untuk diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler memainkan peran kunci tidak hanya dalam kehidupan mahasiswa, tetapi terutama dalam proses penerimaan di institusi pendidikan tinggi Amerika.

Akomodasi (Dormitories, On-Campus Housing) - Tempat Anda di Kampus

Sebagian besar “college” Amerika menawarkan berbagai pilihan akomodasi di kampus, termasuk asrama tradisional (dormitories atau residence halls) dan apartemen mahasiswa (on-campus housing). Asrama seringkali adalah bangunan di mana mahasiswa berbagi kamar (biasanya dua orang, jarang satu atau tiga orang) dan memiliki kamar mandi, dapur, dan ruang rekreasi bersama.

Apartemen mahasiswa menawarkan privasi yang lebih besar, seringkali dengan kamar tidur, kamar mandi, dan dapur kecil pribadi, yang dibagi dengan beberapa mahasiswa lain. Tinggal di kampus sangat populer di kalangan mahasiswa tahun pertama, karena memfasilitasi integrasi dengan komunitas akademik, akses ke kelas, dan fasilitas kampus lainnya.

Banyak institusi menawarkan pilihan akomodasi koedukasi (campuran) atau satu jenis kelamin, serta yang disebut “themed housing,” di mana mahasiswa dengan minat serupa (misalnya, seni, bahasa) tinggal bersama. Perlu dicatat bahwa penekanan pada tinggal di kampus sebagai elemen sentral pengalaman “college” mungkin berbeda dengan di Indonesia, di mana banyak mahasiswa tinggal di luar kampus atau pulang-pergi dari rumah.

Organisasi Mahasiswa (Clubs and Organizations) - Kembangkan Minat dan Jalin Relasi

“College” Amerika terkenal dengan banyaknya organisasi mahasiswa (clubs and organizations) yang menawarkan kesempatan tak terbatas bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, hobi, keterampilan, dan menjalin relasi. Ada organisasi:

  • akademik
  • olahraga (baik rekreasi maupun klub olahraga)
  • budaya
  • seni
  • sosial
  • sukarela
  • keagamaan
  • dan banyak lagi

Mahasiswa dapat bergabung dengan klub yang sudah ada atau mendirikan klub sendiri jika mereka tidak menemukan organisasi yang sesuai dengan minat mereka. Contohnya adalah klub catur, grup musik, kelompok teater, organisasi mahasiswa yang peduli lingkungan, klub pecinta sastra, asosiasi mahasiswa dari berbagai negara, dan banyak lagi.

Organisasi mahasiswa memainkan peran kunci dalam membangun komunitas di kampus, memungkinkan mahasiswa untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, organisasi, dan interpersonal, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan “college”. Kekayaan dan keragaman organisasi ini kemungkinan melampaui apa yang biasanya tersedia di universitas-universitas di Indonesia.

Acara Olahraga dan Budaya - Rasakan Semangat “College”

Acara olahraga dan budaya sangat penting dalam kehidupan mahasiswa “college” Amerika dan merupakan elemen penting dalam membangun semangat komunitas dan identitas institusi. Pertandingan dan turnamen olahraga, terutama dalam disiplin populer seperti sepak bola Amerika, bola basket, atau bisbol, menarik banyak mahasiswa, alumni, dan penduduk lokal, menciptakan suasana yang luar biasa.

Persaingan antar institusi, seringkali dengan tradisi bertahun-tahun, membangkitkan emosi dan loyalitas yang besar. Contohnya adalah pertandingan sepak bola tahunan antara Stanford University dan University of California, Berkeley, yang disertai dengan pembangunan api unggun besar di kampus Stanford.

Acara budaya, seperti konser, pertunjukan teater, pameran seni, festival film, dan lainnya, juga memainkan peran penting dalam kehidupan kampus, menawarkan hiburan bagi mahasiswa, kesempatan untuk berinteraksi dengan budaya, dan menampilkan bakat mereka sendiri. Seringkali acara olahraga dikaitkan dengan tradisi unik, seperti “tailgating,” yaitu piknik dan pesta yang diselenggarakan sebelum pertandingan di tempat parkir sekitar stadion.

Olahraga di “college” Amerika memiliki makna budaya yang jauh lebih besar daripada di Indonesia, seringkali menjadi elemen sentral identitas mahasiswa dan alumni.

Komunitas Mahasiswa - Keluarga Baru Anda

“College” di AS bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi yang terpenting adalah komunitas di mana mahasiswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka, menjalin persahabatan, dan membangun hubungan yang seringkali bertahan seumur hidup. Integrasi dengan komunitas mahasiswa sangat penting untuk keberhasilan akademik dan pribadi.

Mahasiswa yang merasa menjadi bagian dari komunitas lebih terlibat dalam kehidupan kampus, memiliki hasil belajar yang lebih baik, dan lebih jarang putus kuliah. Tinggal bersama di asrama, berpartisipasi dalam organisasi mahasiswa, menghadiri acara olahraga dan budaya, serta interaksi sehari-hari dengan mahasiswa lain di kelas dan di tempat-tempat umum, semuanya berkontribusi pada penciptaan komunitas mahasiswa yang kuat dan suportif, yang bagi banyak orang menjadi keluarga baru mereka.

Pendaftaran ke “College” Langkah demi Langkah - Panduan untuk Pelajar Indonesia

Proses pendaftaran ke “college” Amerika dari perspektif pelajar Indonesia mungkin tampak rumit, tetapi dengan persiapan yang tepat, hal itu sangat mungkin dicapai. Deskripsi rinci seluruh proses dapat Anda temukan di artikel kami Proses Pendaftaran ke Kuliah di AS Langkah demi Langkah.

Dokumen yang Diperlukan - Apa yang Harus Anda Siapkan

Saat mendaftar ke “college” Amerika, Anda perlu menyiapkan serangkaian dokumen. Biasanya meliputi:

  1. Aplikasi online: Sebagian besar institusi menggunakan sistem aplikasi online mereka sendiri atau platform Common Application, yang memungkinkan Anda mendaftar ke banyak institusi sekaligus.
  2. Transkrip nilai dari sekolah menengah: Anda harus menyerahkan transkrip nilai resmi dari SMA Anda di Indonesia, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Pelajari lebih lanjut tentang konversi nilai kelulusan SMA.
  3. Esai aplikasi: Sebagian besar institusi memerlukan penulisan satu atau lebih esai aplikasi, di mana Anda harus menjelaskan minat, pengalaman, motivasi, dan rencana masa depan Anda.
  4. Surat rekomendasi: Anda harus meminta guru atau wali kelas dari sekolah menengah Anda untuk menulis surat rekomendasi (letters of recommendation), yang akan menilai prestasi akademik, karakter, dan potensi Anda.
  5. Bukti kecukupan dana: Sebagai pelajar internasional, Anda harus membuktikan bahwa Anda memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya kuliah, akomodasi, makanan, dan pengeluaran lain yang terkait dengan studi di AS. Ini bisa dalam bentuk rekening koran, sertifikat beasiswa, atau surat dari sponsor.
  6. Salinan paspor yang masih berlaku: Paspor Anda harus berlaku setidaknya enam bulan lebih lama dari periode tinggal yang Anda rencanakan di AS. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang visa pelajar ke AS di artikel terpisah.

Proses pendaftaran ke “college” Amerika seringkali lebih holistik dan menuntut dibandingkan dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia, di mana kriteria utama biasanya adalah hasil ujian masuk atau nilai kelulusan SMA. Di AS, selain nilai dan hasil tes, penekanan besar diberikan pada esai, surat rekomendasi, dan keterlibatan ekstrakurikuler Anda. Sebaiknya Anda membiasakan diri dengan jadwal pendaftaran kuliah di luar negeri kami agar tidak ada yang mengejutkan Anda.

Ujian Standar - Tiket Masuk Anda (SAT/ACT, TOEFL/IELTS)

Sebagian besar “college” Amerika mewajibkan calon mahasiswa sarjana untuk mengikuti ujian standar: SAT (Scholastic Assessment Test) atau ACT (American College Testing). Ujian ini bertujuan untuk menilai kemampuan Anda dalam membaca, menulis, dan matematika serta membandingkan kandidat dari berbagai latar belakang pendidikan. Beberapa institusi mungkin hanya menerima hasil dari salah satu ujian ini, yang lain keduanya. Penting untuk memeriksa persyaratan institusi tertentu. Untuk mempersiapkan SAT, kami merekomendasikan alat Prepclass.io - platform pembelajaran dengan tes diagnostik dan rencana belajar adaptif.

Bagi kandidat yang bahasa Inggris bukan bahasa ibu mereka (termasuk sebagian besar pelajar Indonesia), juga diperlukan untuk mengikuti ujian bahasa Inggris, seperti TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System). Ujian ini menguji kemahiran bahasa Inggris Anda dalam mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Skor minimum yang disyaratkan bervariasi tergantung pada institusi, tetapi biasanya berkisar antara 80-100 poin untuk TOEFL dan 6.5-7.0 untuk IELTS. Beberapa institusi mungkin menawarkan pembebasan dari persyaratan ini jika sekolah menengah Anda menyelenggarakan kelas dalam bahasa Inggris. Penting untuk diingat bahwa ujian SAT/ACT dan TOEFL/IELTS tidak termasuk dalam ujian kelulusan SMA di Indonesia dan memerlukan persiapan serta pendaftaran terpisah.

Beasiswa - Cara Membiayai Kuliah di AS

Biaya kuliah di AS bisa tinggi (kami telah merincinya dalam artikel Berapa Biaya Kuliah di AS), tetapi ada banyak kesempatan untuk mendapatkan beasiswa bagi pelajar internasional. Beasiswa dapat ditawarkan oleh institusi itu sendiri berdasarkan prestasi akademik, kebutuhan finansial, atau kriteria lainnya.

Beberapa institusi bergengsi, seperti Harvard dan Yale, menawarkan beasiswa penuh yang menutupi semua biaya kuliah bagi pelajar internasional berbakat yang menunjukkan kebutuhan finansial yang sesuai. Pada tahun 2026, Harvard mengalokasikan lebih dari 250 juta USD setiap tahun untuk bantuan keuangan, dan 55% mahasiswa menerima beasiswa berbasis kebutuhan. Ada juga beasiswa yang ditawarkan oleh organisasi eksternal, yayasan, dan pemerintah, seperti Program Fulbright untuk pelajar internasional.

Banyak beasiswa memerlukan penulisan esai tambahan, penyerahan surat rekomendasi, atau melalui proses wawancara. Mencari dan mendaftar beasiswa membutuhkan waktu dan usaha, tetapi dapat secara signifikan mengurangi biaya kuliah.

Contoh beasiswa untuk mahasiswa internasional meliputi:

  • Dr. Elemer and Eva Kiss Scholarship Fund
  • MPOWER Monthly Scholarship Series
  • #YouAreWelcomeHere Scholarship

Sebaiknya mulai mencari beasiswa sedini mungkin dan periksa dengan cermat kriteria kelayakan serta tenggat waktu pengajuan. Jika Anda membutuhkan dukungan dalam proses pendaftaran, para ahli College Council dapat membantu Anda menemukan pilihan beasiswa terbaik yang sesuai dengan profil Anda.

”College” Amerika dari Dekat: Fakta Menarik dan Anekdot

Kehidupan di “college” Amerika bukan hanya tentang belajar dan formalitas. Ini juga tentang budaya unik, tradisi, dan cerita menarik. Berikut adalah beberapa anekdot dan fakta yang mungkin menarik bagi pembaca Indonesia:

  • Lari Mahasiswa Baru (Williams College): Di awal tahun akademik, mahasiswa baru berlari dari asrama mereka ke rumah presiden universitas pada tengah malam. Tradisi ini melambangkan dimulainya perjalanan akademik mereka.
  • Lari Telanjang (Wesleyan University): Pada hari terakhir kelas setiap semester, mahasiswa Wesleyan University berlari telanjang di kampus untuk menghilangkan stres sebelum ujian.
  • Teriakan Primal (Harvard University): Pada tengah malam sebelum dimulainya sesi ujian, mahasiswa Harvard berkumpul di Harvard Yard dan berteriak sekeras mungkin untuk melepaskan stres dan ketegangan.
  • Api Unggun sebelum “The Big Game” (Stanford University): Sebelum pertandingan sepak bola tahunan dengan University of California, Berkeley, mahasiswa Stanford membangun api unggun besar di kampus.
  • Batu Ciuman (Wellesley College): Legenda mengatakan bahwa jika seorang mahasiswi mencium Batu Ciuman di Wellesley College, ia akan bertunangan dalam waktu satu tahun.
  • Mengecat Meriam (Carleton College): Mahasiswa Carleton College setiap tahun mengecat meriam tua yang ada di kampus, menutupinya dengan pesan dan gambar.
  • Motto Yale University: “Lux et Veritas,” yang dalam bahasa Latin berarti “Cahaya dan Kebenaran,” adalah motto Yale University sejak tahun 1736 dan mencerminkan komitmen universitas terhadap pencarian pengetahuan dan kebenaran. Anda dapat menemukannya terukir di banyak bangunan kampus.
  • Lisensi Bajak Laut di MIT: Mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menyelesaikan kursus memanah, anggar, berlayar, dan menembak (dengan pistol atau senapan), dapat menerima “lisensi bajak laut”. Namun, ini tidak memberikan hak untuk naik kapal.
  • Perburuan Harta Karun Terbesar di Dunia (University of Chicago): University of Chicago setiap tahun menyelenggarakan perburuan harta karun terbesar di dunia, yang merupakan tradisi universitas sejak tahun 1987. Daftar tugas meliputi menemukan benda-benda dan melakukan berbagai tugas kreatif.
  • Tim Sepak Bola Caltech yang Tak Terkalahkan: Tim sepak bola California Institute of Technology (Caltech) tak terkalahkan sejak tahun 1993. Ini karena universitas tidak memiliki tim sepak bola sejak saat itu.

Fakta-fakta menarik ini menunjukkan bahwa “college” Amerika bukan hanya institusi akademik yang serius, tetapi juga tempat yang penuh dengan tradisi unik, humor, dan cerita tak terlupakan.

Ringkasan: Perbedaan Kunci dan Cara Memulai

Singkatnya, “college” Amerika adalah konsep yang luas dan beragam, yang seringkali mengacu pada studi sarjana, tetapi juga bisa berarti institusi mandiri atau bagian dari universitas yang lebih besar. Perbedaan kunci dibandingkan dengan sistem pendidikan tinggi di Indonesia meliputi terminologi yang berbeda, struktur studi, fleksibilitas dalam memilih jurusan, dan kehidupan mahasiswa yang kaya di kampus.

Jika Anda mempertimbangkan studi di AS, ingatlah untuk membiasakan diri secara menyeluruh dengan persyaratan institusi tertentu dan memulai proses pendaftaran jauh-jauh hari. Konsultan College Council dan platform Okiro.io dapat membantu Anda menavigasi seluruh proses – mulai dari pemilihan institusi hingga pengajuan aplikasi.

Baca Juga

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa sebenarnya college di AS?

College di AS adalah institusi pendidikan tinggi yang sebagian besar menawarkan studi sarjana (undergraduate) berdurasi 4 tahun. Ini bisa berupa institusi mandiri (misalnya College Seni Liberal) atau menjadi bagian dari universitas yang lebih besar (misalnya Harvard College di dalam Harvard University). Dalam percakapan sehari-hari, ‘college’ berarti pendidikan tinggi.

Apakah college lebih rendah dari universitas?

Tidak. Di AS, college dan universitas adalah jenis institusi yang berbeda, tetapi tidak ada yang secara definisi ‘lebih rendah’. Banyak College Seni Liberal bergengsi (misalnya Williams, Amherst, Pomona) menawarkan pendidikan sarjana yang luar biasa dan lebih dihargai daripada beberapa universitas. Perbedaannya adalah college berfokus pada program sarjana, sementara universitas juga menawarkan studi magister dan doktoral.

Berapa biaya kuliah di college Amerika?

Biaya kuliah di AS pada tahun akademik 2025-2026 berkisar antara sekitar 4.000-12.000 USD per tahun di Community College, 10.000-15.000 USD di universitas negeri (untuk mahasiswa lokal), hingga 40.000-75.000 USD di universitas swasta. Selain itu, ada biaya akomodasi, makanan, dan materi. Namun, banyak institusi menawarkan beasiswa yang murah hati untuk mahasiswa internasional.

Bagaimana cara masuk college Amerika dengan ijazah SMA Indonesia?

Ijazah SMA Indonesia diterima oleh sebagian besar institusi pendidikan tinggi Amerika, namun biasanya memerlukan tambahan hasil ujian SAT atau ACT, sertifikat TOEFL/IELTS, esai aplikasi, surat rekomendasi, serta dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler. Dokumen-dokumen tersebut harus diterjemahkan secara tersumpah ke dalam bahasa Inggris dan biasanya memerlukan Apostille. Seluruh proses pendaftaran sebaiknya dimulai 12-18 bulan sebelum rencana awal studi.

Apa itu Community College dan apakah layak memulai studi dari sana?

Community College adalah institusi pendidikan tinggi negeri dua tahun yang menawarkan gelar Associate’s Degree. Ini adalah titik awal yang populer dan lebih murah untuk universitas empat tahun (disebut model “2+2”). Biaya kuliah rata-rata 4.000-12.000 USD per tahun. Bagi pelajar Indonesia, ini adalah pilihan yang baik untuk mengurangi biaya awal dan beradaptasi dengan sistem pendidikan Amerika sebelum transfer ke universitas bergengsi.

Apa itu College Seni Liberal?

College Seni Liberal adalah institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pendidikan komprehensif di bidang humaniora, ilmu sosial, dan ilmu pengetahuan alam. Ciri khasnya adalah kelas kecil (seringkali 10-20 mahasiswa), kontak erat dengan profesor, dan penekanan pada pemikiran kritis. Contohnya adalah Williams College, Amherst College, dan Pomona College. Ini adalah pilihan yang sangat baik bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pendidikan luas sebelum kemungkinan spesialisasi di studi magister.

Ujian apa saja yang harus saya ambil untuk mendaftar ke college di AS?

Ujian yang paling sering disyaratkan adalah SAT atau ACT (meskipun banyak institusi memiliki kebijakan “test-optional” pada tahun 2026) serta TOEFL atau IELTS yang mengkonfirmasi kemahiran bahasa Inggris. Institusi terkemuka mengharapkan skor TOEFL di atas 100 atau IELTS 7.0-7.5. Ujian SAT dan ACT dapat diambil di pusat ujian internasional.

Bisakah saya mendapatkan beasiswa untuk kuliah di AS sebagai pelajar Indonesia?

Ya, banyak institusi pendidikan tinggi Amerika menawarkan beasiswa untuk mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Institusi yang paling murah hati (Harvard, MIT, Yale, Princeton) menanggung 100% kebutuhan finansial yang ditunjukkan. Ada juga beasiswa eksternal, seperti Program Fulbright atau #YouAreWelcomeHere. Sebaiknya mulai mencari beasiswa 12-18 bulan sebelum aplikasi dan berkonsultasi dengan penasihat College Council.

Oceń artykuł:

4.8 /5

Średnia 4.8/5 na podstawie 78 opinii.

Kembali ke blog

Jadwalkan konsultasi gratis

Kontak