Anda membuka halaman penerimaan Oxford University dan melihat: “TOEFL iBT minimal 100.” Anda mengklik Politecnico di Milano – 78. Kemudian ETH Zurich – 100. Lalu Maastricht – 80. Satu ujian, sepuluh negara, rentang persyaratan dari 78 hingga 110 poin. Bagaimana dalam kekacauan ini memilih tujuan yang layak untuk dipersiapkan? Terlebih lagi, mulai tahun 2026, ETS memperkenalkan sistem penilaian yang sama sekali baru: skala Band 1–6 di samping skala tradisional 0–120. Selama dua tahun ke depan, laporan skor Anda akan menampilkan kedua hasil secara bersamaan, dan universitas baru mulai mempelajari ambang batas baru.
Kabar baiknya: TOEFL iBT adalah salah satu sertifikat bahasa yang paling banyak diterima di Eropa – dan tidak seperti SAT, TOEFL diwajibkan (bukan hanya “diterima”) oleh hampir setiap universitas Eropa yang menawarkan program berbahasa Inggris. Jika Anda berencana untuk kuliah di Inggris, Belanda, Swiss, Italia, Jerman, atau Skandinavia, TOEFL adalah tiket masuk Anda. Dan skor 90+, yang dapat dicapai oleh lulusan SMA Indonesia dengan kemampuan bahasa Inggris tingkat B2/C1, membuka pintu ke universitas yang masuk dalam peringkat 100 teratas QS.
Dalam panduan ini, Anda akan menemukan tabel lengkap persyaratan TOEFL di lebih dari 25 universitas Eropa, penjelasan sistem Band 1–6 yang baru, perbandingan TOEFL dengan IELTS, strategi persiapan, dan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh setiap kandidat Indonesia yang berencana kuliah di benua ini. Semua berdasarkan data resmi universitas per Februari 2026.
TOEFL di Eropa, Fakta Kunci 2026
Sumber: situs web resmi penerimaan universitas Eropa, data per Februari 2026
Empat Tingkat Persyaratan TOEFL di Eropa
Persyaratan TOEFL di Eropa dapat dibagi menjadi empat rentang yang jelas. Setiap rentang membuka pintu yang berbeda, memberikan akses ke universitas yang berbeda, dan membutuhkan tingkat kemahiran bahasa yang berbeda. Sebelum kita masuk ke detail per negara – berikut adalah peta wilayahnya.
Empat Tingkat TOEFL di Eropa
Dari ambang batas dasar hingga Oxbridge, apa yang dibuka oleh setiap rentang skor
Sumber: situs web resmi penerimaan universitas, data per Februari 2026
Tier 1: TOEFL 78–85 – Masuk ke Permainan Eropa
Jujur saja, skor 80 pada TOEFL adalah B2 yang solid, tetapi tidak akan mengesankan universitas top di Inggris atau Swiss. Namun, di Eropa kontinental, skor yang sama membuka pintu ke universitas yang masuk dalam peringkat 200 teratas QS. Politecnico di Milano – salah satu politeknik terbaik di Eropa – menerima TOEFL mulai dari 78 poin untuk program studi teknik berbahasa Inggris. University of Amsterdam memulai dari 80 (meskipun beberapa program membutuhkan 92). Maastricht University, pelopor PBL (Problem-Based Learning) di Eropa – menerima 80. KU Leuven di Belgia, universitas terbaik di Benelux, menerima mulai dari 79 untuk banyak program (meskipun jurusan yang lebih selektif membutuhkan 94).
Nilai kunci dari Tier 1: ini adalah universitas dengan biaya kuliah 0–4.000 EUR/tahun untuk warga negara Uni Eropa (UE) dan pendidikan kelas dunia. Dengan skor TOEFL 80, Anda mendapatkan akses ke universitas yang di dunia Anglo-Saxon Anda akan membutuhkan skor 90+. Penting untuk dicatat bahwa biaya kuliah 0–4.000 EUR/tahun ini berlaku untuk warga negara UE. Mahasiswa Indonesia (non-UE) biasanya akan dikenakan biaya kuliah yang lebih tinggi. Pastikan untuk memeriksa biaya khusus untuk mahasiswa internasional di setiap universitas.
Tier 2: TOEFL 87–94 – Titik Manis Eropa
Ini adalah tingkat yang harus Anda targetkan jika Anda ingin memiliki pilihan yang luas. Dengan TOEFL 90, seluruh peta Eropa terbuka di hadapan Anda: TU Delft (90), Trinity College Dublin (90), Copenhagen Business School (91), Imperial College London (92), UCL (92–100), University of Edinburgh (92–100) dan Stockholm School of Economics (90).
Ini adalah tingkat di mana sistem pendidikan Indonesia dapat memberikan Anda keuntungan nyata. Jika Anda memiliki kemampuan bahasa Inggris tingkat B2+, telah mengikuti pelajaran bahasa Inggris tingkat lanjut di SMA, dan secara teratur membaca dalam bahasa tersebut, 3–4 bulan persiapan sistematis dengan prepclass.io akan cukup untuk mencapai rentang 88–95. Bagian Reading dan Listening pada TOEFL menguji kemampuan analitis, di mana siswa Indonesia – yang terbiasa dengan interpretasi teks dalam ujian akhir sekolah – menunjukkan kinerja yang sangat baik.
Tier 3: TOEFL 93–100 – Elit Eropa
Dengan skor 100, Anda bermain di liga utama. ETH Zurich, top 10 di dunia – membutuhkan tepat 100. Sciences Po di Paris – 100. LSE, 100. Bocconi – 93, yang mungkin terlihat rendah dibandingkan dengan universitas Inggris, tetapi ingat bahwa Bocconi memiliki banyak program dalam bahasa Italia dan bahasa Inggris tidak harus pada tingkat penutur asli.
Untuk mendapatkan 100 poin pada TOEFL, Anda membutuhkan C1 yang solid di keempat bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Bagian Speaking biasanya yang paling sulit bagi siswa Indonesia (karena membutuhkan kelancaran di bawah tekanan waktu) dan Writing (karena membutuhkan struktur akademik yang tidak diajarkan di SMA Indonesia). Persiapkan kedua bagian ini dengan prepclass.io – platform ini menawarkan latihan simulasi yang persis seperti tugas yang akan Anda temui di tes sebenarnya.
Tier 4: TOEFL 100–110 – Oxbridge dan Papan Atas Mutlak
Puncak hierarki. Oxford membutuhkan TOEFL 100 untuk sebagian besar jurusan, tetapi beberapa departemen (misalnya, English Language and Literature, Law, Philosophy) menaikkan ambang batas hingga 110. Cambridge, 100 sebagai minimum, tetapi dengan persyaratan 25 di setiap empat bagian, yang secara de facto menaikkan ambang batas riil menjadi 100–105.
Ini adalah tingkat untuk siswa yang kemampuan bahasa Inggrisnya berada pada level C1+/C2 – yang tidak hanya memahami teks akademik, tetapi juga mampu mendiskusikannya, menulis esai argumentatif, dan melakukan presentasi dalam bahasa Inggris tanpa usaha yang terlihat. Jika Anda menargetkan Oxbridge, TOEFL adalah tantangan terkecil Anda, tetapi Anda harus lulus, dan dengan skor yang tidak menimbulkan keraguan.
Sistem Penilaian TOEFL Baru 2026 – Skala Band 1–6
Mulai tahun 2026, ETS (Educational Testing Service, pencipta TOEFL) memperkenalkan sistem penilaian baru berdasarkan skala Band 1–6, yang berjalan paralel dengan skala tradisional 0–120. Ini adalah perubahan terbesar dalam sejarah TOEFL, dan sekaligus sumber kebingungan besar di kalangan kandidat. Mari kita jelaskan.
Skala Band baru dipetakan ke Common European Framework of Reference (CEFR) – sistem yang sama yang Anda kenal dari sertifikat bahasa yang diakui secara internasional. Band 4 sesuai dengan level B2, Band 5 – C1, Band 6 – C2. Kedengarannya sederhana? Secara teori, ya. Dalam praktiknya – transisi ini lebih rumit, karena batas antara band tidak sepenuhnya tumpang tindih dengan puluhan penuh pada skala 0–120.
Informasi penting tentang sistem baru:
- Masa transisi 2026–2028: Selama dua tahun, laporan skor Anda akan menampilkan kedua hasil, tradisional (0–120) dan band (1–6). Universitas dapat meminta salah satu atau keduanya.
- Universitas Eropa pada tahun 2026 masih sebagian besar menggunakan skala 0–120 – jangan panik. Oxford masih menulis “TOEFL 100”, bukan “Band 5”. Tapi ini akan berubah.
- Skor band dihitung secara otomatis, Anda tidak perlu mengikuti ujian terpisah. Tes TOEFL iBT yang sama menghasilkan kedua skor.
- Skala baru lebih intuitif – Band 5 (C1) adalah pesan yang jelas: “siswa ini akan berhasil di universitas berbahasa Inggris”. Skala 0–120 tidak mengatakannya secara langsung.
Mengapa ETS melakukan ini? Karena skala 0–120 bersifat arbitrer, apa artinya “87 poin”? Tidak ada yang tahu secara intuitif. Sementara “Band 5 – C1” segera memberi tahu setiap perekrut di dunia: “siswa ini memiliki kompetensi bahasa tingkat lanjut”. Ini menyederhanakan komunikasi dan mendekatkan TOEFL ke format kerja IELTS (yang selalu menggunakan skala band).
Skala Band 1–6 ↔ Skala 0–120 ↔ CEFR
Sistem penilaian TOEFL iBT baru yang berlaku mulai tahun 2026
| Band | Skala 0–120 | Tingkat CEFR | Deskripsi Kompetensi | Universitas Umum |
|---|---|---|---|---|
| Band 6 | 114–120 | C2 | Kemahiran akademik sempurna | Jelas di atas persyaratan |
| Band 5 | 95–113 | C1 | Komunikasi akademik tingkat lanjut | Oxford, Cambridge, ETH, LSE |
| Band 4 | 72–94 | B2 | Komunikasi mandiri di lingkungan akademik | Polimi, Maastricht, UvA, KU Leuven |
| Band 3 | 42–71 | B1 | Komunikasi dasar – tidak cukup untuk studi | Di bawah ambang batas universitas |
| Band 2 | 21–41 | A2 | Komunikasi dasar | , |
| Band 1 | 0–20 | A1 | Pemula | – |
Sumber: ETS, TOEFL iBT Scores. Score Alignment with CEFR, 2026
Apa artinya ini bagi Anda dalam praktik? Jika Anda menargetkan universitas dari Tier 2 (TOEFL 87–94), skor band Anda akan menjadi Band 4 di batas bawah dan Band 5 di batas atas. Jika Anda menargetkan Tier 3 (95–100), Anda akan berada di Band 5 – yang sesuai dengan C1. Dan ini adalah tingkat yang persis diharapkan oleh universitas-universitas bergengsi di Eropa.
Saran praktis: jangan khawatir tentang band pada tahap persiapan. Latihlah untuk skala 0–120, karena universitas masih menentukan persyaratan mereka dalam skala tersebut. Skala baru adalah bonus, bukan komplikasi. Lebih lanjut tentang struktur dan strategi ujian dapat ditemukan di panduan lengkap TOEFL 2026 kami.
Persyaratan TOEFL per Negara
Inggris – Ambang Batas Tertinggi di Eropa
Inggris adalah pasar di mana TOEFL diwajibkan, bukan opsional, dan dengan ambang batas tertinggi di benua itu. Universitas-universitas Inggris sangat serius dalam hal bahasa Inggris: tidak cukup hanya “bisa berkomunikasi” – Anda harus mampu menulis esai akademik, berpartisipasi dalam seminar, dan mempresentasikan penelitian dalam bahasa di mana setiap penutur asli akan segera mendeteksi kesalahan.
Oxford, ikon. TOEFL 100 untuk sebagian besar jurusan, tetapi perhatikan: departemen humaniora (English, Law, Philosophy, Classics) sering menaikkan ambang batas menjadi 110. Oxford juga membutuhkan minimal 22 di setiap empat bagian untuk “standard level” dan 25 untuk “higher level”. Ini berarti tidak cukup hanya memiliki Reading yang bagus dan Speaking yang lemah – Anda harus kuat secara merata di semua aspek.
Cambridge mempertahankan standar 100, tetapi dengan nuansa serupa, skor minimum di setiap bagian (25 di setiap bagian) secara efektif menaikkan persyaratan riil. Jika Speaking Anda 23, dan sisanya 28 – Cambridge tidak akan menerima Anda, meskipun total skor Anda 107.
Imperial College London, politeknik terbaik di Inggris – membutuhkan 92 untuk sebagian besar program. Mengingat Imperial adalah top 10 QS, ambang batasnya relatif terjangkau. Ini karena Imperial menghargai keterampilan teknis lebih tinggi daripada bahasa Inggris yang sempurna – tetapi jangan berharap ada kelonggaran jika Anda tidak mencapai 92.
UCL (University College London) menggunakan sistem tiga tingkat: Standard (92), Good (96), Advanced (100). Tingkat yang Anda butuhkan tergantung pada jurusan, kedokteran dan hukum membutuhkan Advanced, teknik dan ilmu pengetahuan – Standard. Periksa program spesifik Anda sebelum mendaftar TOEFL.
LSE (London School of Economics), 100 tanpa pengecualian. LSE adalah universitas di mana menulis adalah segalanya – esai, laporan, analisis. Tidak heran ambang batasnya tinggi.
University of Edinburgh, 92 untuk sebagian besar program, tetapi beberapa jurusan membutuhkan 100. Edinburgh adalah salah satu universitas terbaik di Inggris di luar London dan sekaligus yang paling “Eropa” – komunitas mahasiswa internasional yang besar dan pendekatan yang lebih liberal terhadap keragaman bahasa.
University of Manchester, 87 di ambang batas bawah (ilmu pengetahuan, teknik), 100 di ambang batas atas (humaniora, bisnis). Manchester adalah salah satu dari sedikit universitas Russell Group yang menerima TOEFL di bawah 90.
King’s College London – 92 untuk sebagian besar program, hingga 100 untuk jurusan yang paling selektif. KCL, yang terletak di jantung London, sangat populer di kalangan mahasiswa kedokteran dan hukum.
St Andrews, 94 di ambang batas bawah, 100 di ambang batas atas. St Andrews adalah universitas tertua di Skotlandia dan salah satu yang paling bergengsi di Inggris – dengan kampus yang terlihat seperti lokasi syuting film.
University of Warwick, 92 untuk sebagian besar program, hingga 100 untuk jurusan humaniora. Warwick Business School biasanya membutuhkan ambang batas yang lebih tinggi.
Lebih lanjut tentang studi di Inggris – persyaratan, biaya, beasiswa – di panduan studi di Inggris kami.
Belanda, Ambang Batas Terjangkau, Kualitas Kelas Dunia
Belanda adalah rasio terbaik antara persyaratan bahasa dan kualitas pendidikan di Eropa. Universitas-universitas Belanda menawarkan ratusan program berbahasa Inggris, memiliki salah satu biaya kuliah terendah di Eropa untuk warga negara Uni Eropa (UE) (~2.530 EUR/tahun) dan menerima TOEFL mulai dari 80 poin.
Penting untuk dicatat bahwa biaya kuliah ini berlaku untuk warga negara UE. Mahasiswa Indonesia (non-UE) biasanya akan dikenakan biaya kuliah yang lebih tinggi. Pastikan untuk memeriksa biaya khusus untuk mahasiswa internasional di setiap universitas.
University of Amsterdam (UvA) – 80 untuk banyak program, 92 untuk yang paling selektif (misalnya Psikologi, Ilmu Komunikasi). UvA berada di top 60 QS dan menawarkan lebih dari 200 program berbahasa Inggris. Dengan TOEFL 80, Anda memiliki akses ke universitas yang dalam peringkat mengungguli banyak institusi yang membutuhkan 100+.
Maastricht University, 80. Maastricht adalah pelopor Problem-Based Learning di Eropa – mahasiswa bekerja dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah nyata alih-alih mendengarkan kuliah. Format ini membutuhkan bahasa Inggris yang baik, tetapi Maastricht pragmatis: 80 poin adalah ambang batas mereka dan mereka tidak mempermasalahkannya.
TU Delft, 90. Politeknik terbaik di Belanda dan salah satu yang terbaik di dunia (top 50 QS di bidang teknik). Ambang batas yang lebih tinggi dari UvA atau Maastricht mencerminkan fakta bahwa program TU Delft intensif secara teknis dan membutuhkan komunikasi yang tepat dalam bahasa Inggris.
University of Groningen – 80 untuk banyak program, hingga 90 untuk yang paling selektif. Groningen adalah kota universitas yang menawan di utara Belanda dengan suasana mahasiswa yang kuat dan reputasi yang berkembang di bidang AI dan ilmu data.
Lebih lanjut tentang universitas Belanda di panduan studi di Belanda kami.
Swiss, Dua Raksasa, Dua Pendekatan
Swiss memiliki dua nama besar: ETH Zurich dan EPFL. Kedua universitas ini berada di top 20 QS, keduanya menawarkan program berbahasa Inggris (terutama di tingkat magister, tetapi semakin banyak di tingkat sarjana) – dan keduanya memiliki pendekatan yang berbeda terhadap TOEFL.
ETH Zurich. TOEFL 100. Universitas terbaik di Eropa kontinental, secara teratur masuk dalam top 10 peringkat global. ETH membutuhkan C1 yang solid – dan ini beralasan: kuliah, laboratorium, dan seminar dilakukan dengan kecepatan intensif, dan mahasiswa harus menulis makalah ilmiah sejak tahun pertama. Biaya kuliah: ~1.460 CHF/tahun (sekitar 1.500 EUR), sebagian kecil dari yang akan Anda bayar di Inggris.
EPFL (École polytechnique fédérale de Lausanne) – TOEFL 87. EPFL lebih fleksibel daripada ETH – ambang batas 87 dapat dicapai oleh lulusan SMA Indonesia dengan B2+ yang solid. EPFL menawarkan beberapa program studi teknik terbaik di dunia, dengan penekanan pada ilmu komputer, robotika, dan fisika.
Lebih lanjut tentang universitas Swiss, dan ujian masuk khusus mereka – di panduan studi di Swiss kami.
Italia – Ambang Batas Rendah, Kualitas Tinggi
Italia adalah negara yang menawarkan ambang batas TOEFL terendah di Eropa, dan sekaligus beberapa universitas teknik dan bisnis terbaik di benua itu. Jangan terkecoh dengan angka yang rendah – universitas Italia memiliki tradisi ratusan tahun dan reputasi global.
Bocconi University. TOEFL 93. Bocconi adalah sekolah bisnis terbaik di Italia dan salah satu yang terbaik di Eropa (top 10 di Financial Times). Ambang batas 93 lebih rendah dari LSE (100), tetapi Bocconi memperlakukan bahasa Inggris sebagai alat, bukan tujuan itu sendiri – banyak mahasiswa berbicara bahasa Inggris dengan aksen Italia dan tidak ada yang mempermasalahkannya.
Politecnico di Milano. TOEFL 78. Ya, 78. Ini adalah ambang batas TOEFL terendah di antara semua universitas dalam panduan ini – dan sekaligus universitas yang masuk dalam peringkat 150 teratas QS dengan beberapa program studi teknik dan arsitektur terbaik di Eropa. Polimi berfokus pada keterampilan teknis dan desain, dan bahasa Inggris pada tingkat B2 yang solid dianggap cukup.
Jerman. TU Munich dan Biaya Kuliah Nol
Jerman adalah negara di mana biaya kuliah adalah 0 EUR di universitas negeri (bahkan untuk mahasiswa non-UE) – dan pada saat yang sama, persyaratan bahasa tidak terlalu tinggi.
Technical University of Munich (TUM). TOEFL 88. TUM adalah politeknik terbaik di Jerman dan salah satu yang terbaik di Eropa (top 40 QS). Dengan TOEFL 88 dan biaya kuliah nol, Anda mendapatkan akses ke universitas yang di Inggris Anda akan membayar 9.250 GBP/tahun – dan Anda akan membutuhkan TOEFL 92+.
TUM menawarkan semakin banyak program berbahasa Inggris di tingkat sarjana, meskipun sebagian besar masih diajarkan dalam bahasa Jerman. Periksa program spesifik sebelum Anda mulai mempersiapkan TOEFL, mungkin Anda membutuhkan TestDaF, bukan TOEFL.
Lebih lanjut tentang universitas Jerman di panduan studi di Jerman kami.
Skandinavia – Sekolah Bisnis Kelas Atas
Skandinavia menawarkan program berbahasa Inggris di tingkat tertinggi, dengan biaya kuliah nol (Swedia, Finlandia, Norwegia untuk warga negara Uni Eropa (UE)) atau simbolis. Dua nama kunci dalam konteks TOEFL:
Penting untuk dicatat bahwa biaya kuliah ini berlaku untuk warga negara UE. Mahasiswa Indonesia (non-UE) biasanya akan dikenakan biaya kuliah yang lebih tinggi. Pastikan untuk memeriksa biaya khusus untuk mahasiswa internasional di setiap universitas.
Copenhagen Business School (CBS) – TOEFL 91. CBS adalah salah satu sekolah bisnis terbesar di Eropa dan salah satu dari sedikit yang memiliki akreditasi tiga (AACSB, EQUIS, AMBA). Denmark menawarkan SU (Statens Uddannelsesstøtte, program dukungan mahasiswa Denmark) yang murah hati, tetapi perhatikan – biaya kuliah untuk warga negara UE adalah 0 DKK hanya untuk program berbahasa Denmark. Program sarjana berbahasa Inggris mungkin memiliki biaya kuliah.
Stockholm School of Economics (SSE) – TOEFL 90. SSE adalah sekolah bisnis paling selektif di Skandinavia, dengan tingkat penerimaan di bawah 10%. Ambang batas 90 adalah minimum, secara realistis, mahasiswa yang diterima memiliki median mendekati 100. Biaya kuliah: 0 SEK untuk warga negara UE.
Lebih lanjut tentang universitas Skandinavia di panduan studi di Skandinavia kami.
Irlandia – Trinity College Dublin
Trinity College Dublin. TOEFL 90. Universitas terbaik di Irlandia (top 100 QS), kampus di pusat kota Dublin, program yang kuat di bidang Ilmu Komputer, bisnis, dan humaniora. Trinity menerima TOEFL 90, tetapi beberapa program (misalnya Clinical Speech and Language Studies) membutuhkan lebih. Biaya kuliah untuk warga negara Uni Eropa (UE): ~3.000 EUR/tahun – sangat terjangkau untuk universitas kelas ini.
Penting untuk dicatat bahwa biaya kuliah ini berlaku untuk warga negara UE. Mahasiswa Indonesia (non-UE) biasanya akan dikenakan biaya kuliah yang lebih tinggi. Pastikan untuk memeriksa biaya khusus untuk mahasiswa internasional di setiap universitas.
Lebih lanjut tentang universitas Irlandia di panduan studi di Irlandia kami.
Prancis. Sciences Po
Sciences Po di Paris – TOEFL 100. Universitas ilmu politik terbaik di Eropa kontinental. Sciences Po menawarkan program berbahasa Inggris (dan bilingual Inggris-Prancis) dan membutuhkan C1 yang solid. Ambang batas 100 setara dengan Oxbridge, yang mencerminkan ambisi Sciences Po untuk bersaing dengan LSE dan Harvard Kennedy School.
Belgia – KU Leuven
KU Leuven. TOEFL 79 untuk banyak program, 94 untuk yang paling selektif. KU Leuven adalah universitas terbaik di Belgia dan satu-satunya universitas Belgia yang secara konsisten masuk dalam top 100 QS. Sistemnya fleksibel – periksa program spesifik, karena perbedaan antar jurusan sangat besar.
Persyaratan TOEFL di Universitas Eropa, Tabel Lengkap 2026
Diurutkan dari skor minimum terendah hingga tertinggi
| Negara | Universitas | TOEFL iBT | ~Band | Tingkat | Biaya Kuliah UE/tahun |
|---|---|---|---|---|---|
| 🇮🇹Italia | Politecnico di Milano | 78+ | Band 4 | Tier 1 | 0–3 900 EUR |
| 🇧🇪Belgia | KU Leuven | 79–94 | Band 4–5 | Tier 1–2 | ~940 EUR |
| 🇳🇱Belanda | Maastricht University | 80 | Band 4 | Tier 1 | ~2 530 EUR |
| 🇳🇱Belanda | University of Amsterdam | 80–92 | Band 4–5 | Tier 1–2 | ~2 530 EUR |
| 🇳🇱Belanda | University of Groningen | 80–90 | Band 4 | Tier 1–2 | ~2 530 EUR |
| 🇨🇭Swiss | EPFL Lausanne | 87 | Band 4 | Tier 2 | ~1 460 CHF |
| 🇬🇧Inggris | University of Manchester | 87–100 | Band 4–5 | Tier 2 | ~9 250 GBP |
| 🇩🇪Jerman | TU Munich | 88 | Band 4 | Tier 2 | 0 EUR |
| 🇳🇱Belanda | TU Delft | 90 | Band 4 | Tier 2 | ~2 530 EUR |
| 🇮🇪Irlandia | Trinity College Dublin | 90 | Band 4 | Tier 2 | ~3 000 EUR |
| 🇸🇪Swedia | SSE Stockholm | 90 | Band 4 | Tier 2 | 0 SEK |
| 🇩🇰Denmark | CBS Copenhagen | 91 | Band 4 | Tier 2 | 0 DKK* |
| 🇬🇧Inggris | Imperial College London | 92 | Band 4 | Tier 2 | ~9 250 GBP |
| 🇬🇧Inggris | UCL London | 92–100 | Band 4–5 | Tier 2–3 | ~9 250 GBP |
| 🇬🇧Inggris | University of Edinburgh | 92–100 | Band 4–5 | Tier 2–3 | ~9 250 GBP |
| 🇬🇧Inggris | King's College London | 92–100 | Band 4–5 | Tier 2–3 | ~9 250 GBP |
| 🇬🇧Inggris | University of Warwick | 92–100 | Band 4–5 | Tier 2–3 | ~9 250 GBP |
| 🇮🇹Italia | Bocconi University | 93+ | Band 4–5 | Tier 3 | ~14 000 EUR |
| 🇬🇧Inggris | St Andrews | 94–100 | Band 5 | Tier 3 | ~9 250 GBP |
| 🇬🇧Inggris | LSE London | 100+ | Band 5 | Tier 3 | ~9 250 GBP |
| 🇨🇭Swiss | ETH Zurich | 100 | Band 5 | Tier 3 | ~1 460 CHF |
| 🇫🇷Prancis | Sciences Po Paris | 100 | Band 5 | Tier 3 | 0–14 500 EUR |
| 🇬🇧Inggris | University of Oxford | 100 (hingga 110) | Band 5–6 | Tier 4 | ~9 250 GBP |
| 🇬🇧Inggris | University of Cambridge | 100+ | Band 5–6 | Tier 4 | ~9 250 GBP |
* CBS – biaya kuliah 0 DKK untuk program berbahasa Denmark; program berbahasa Inggris mungkin memiliki biaya. Biaya kuliah di Inggris berlaku untuk mahasiswa domestik/UE dengan status menetap. Periksa tarif terbaru di situs web universitas.
Sumber: situs web resmi penerimaan universitas, data per Februari 2026
TOEFL vs IELTS, Universitas Mana yang Lebih Memilih?
Salah satu pertanyaan paling umum dari lulusan SMA Indonesia: TOEFL atau IELTS? Jawaban singkatnya: sebagian besar universitas Eropa menerima keduanya. Jawaban panjangnya: ada perbedaan halus yang dapat menentukan pilihan Anda.
TOEFL adalah ujian 100% berbasis komputer – Anda membaca di layar, mengetik di keyboard, berbicara ke mikrofon. Jika Anda adalah orang yang merasa lebih nyaman di depan komputer daripada berbicara tatap muka, TOEFL adalah pilihan Anda. IELTS (Academic) memiliki versi komputer, tetapi bagian Speaking-nya selalu berupa percakapan dengan penguji, yang bagi sebagian orang merupakan keuntungan (umpan balik waktu nyata), dan bagi yang lain merupakan stres.
Universitas-universitas Inggris secara historis lebih memilih IELTS – tetapi itu telah berubah. Sejak Inggris keluar dari UE, UKVI (UK Visas & Immigration) membutuhkan “approved SELT” untuk tujuan visa, dan TOEFL ada dalam daftar itu. Dalam praktiknya: Oxford, Cambridge, Imperial, UCL, LSE, Edinburgh, Manchester, KCL, St Andrews, dan Warwick, semuanya menerima TOEFL dan IELTS. Tidak ada preferensi – yang penting adalah skornya.
Belanda, Swiss, Jerman, Italia, dan Skandinavia bahkan lebih terbuka, menerima TOEFL, IELTS, Cambridge English (C1 Advanced/C2 Proficiency) dan seringkali juga Duolingo English Test. Pilihlah ujian di mana Anda memiliki peluang terbesar untuk mendapatkan skor yang baik.
Perbandingan rinci kedua ujian – format, penilaian, strategi pilihan – dapat ditemukan di artikel khusus kami: TOEFL vs IELTS, sertifikat mana untuk kuliah di Eropa?.
TOEFL iBT ↔ IELTS Academic – Tabel Konversi
Konversi resmi ETS, digunakan oleh sebagian besar universitas Eropa
| TOEFL iBT | IELTS Academic | Tingkat CEFR | Contoh Universitas |
|---|---|---|---|
| 110–120 | 8.0–9.0 | C2 | Oxford (departemen humaniora) |
| 100–109 | 7.0–7.5 | C1 | Oxford, Cambridge, ETH, LSE |
| 90–99 | 6.5–7.0 | B2+/C1 | Imperial, UCL, TU Delft, CBS |
| 80–89 | 6.0–6.5 | B2 | Maastricht, UvA, Groningen |
| 70–79 | 5.5–6.0 | B2 | Politecnico di Milano, KU Leuven |
Sumber: ETS, TOEFL iBT / IELTS Score Comparison Tool, 2026
Strategi – Skor Berapa yang Harus Ditargetkan?
Aturannya sederhana: targetkan 10 poin di atas minimum. Mengapa? Ada tiga alasan.
Pertama, universitas memberikan persyaratan minimal, dan minimum bukanlah rekomendasi. Jika Oxford membutuhkan 100, jangan melamar dengan 100. Lamar dengan 105–110. Skor minimal berarti “Anda berada di ambang batas” – dan di ambang batas mudah untuk jatuh. Mahasiswa yang diterima di universitas selektif biasanya memiliki skor 5–15 poin di atas minimum resmi.
Kedua, skor TOEFL dapat berfluktuasi 3–5 poin di antara percobaan, bahkan dengan tingkat bahasa Inggris yang sama. Ini adalah variabilitas statistik yang normal. Jika Anda menargetkan tepat minimum, Anda berisiko mendapatkan 2–3 poin lebih rendah pada hari ujian dan harus mengulang. Menargetkan lebih tinggi memberi Anda margin keamanan.
Ketiga, banyak universitas memiliki persyaratan minimal per bagian, tidak hanya skor total. Oxford membutuhkan minimal 22 (atau 25) di setiap empat bagian. Cambridge – 25 di setiap bagian. UCL – tergantung tingkat. Bahkan jika skor total Anda 105, tetapi Speaking Anda 20, Anda tidak memenuhi persyaratan. Menargetkan 10 poin lebih tinggi secara keseluruhan mengurangi risiko bahwa salah satu bagian akan “menjatuhkan” Anda di bawah ambang batas.
Strategi praktis berdasarkan tujuan Anda:
- Menargetkan Tier 1 (78–85): persiapkan untuk TOEFL 90. Anda memiliki margin keamanan yang besar dan pada saat yang sama membuka pintu ke Tier 2.
- Menargetkan Tier 2 (87–94): persiapkan untuk TOEFL 100. Dengan skor 95–100 Anda akan merasa nyaman – dan secara otomatis masuk ke permainan Tier 3.
- Menargetkan Tier 3 (95–100): persiapkan untuk TOEFL 105–110. Ini membutuhkan C1 yang solid di semua bagian dan minimal 3–4 bulan kerja intensif.
- Menargetkan Tier 4 (100–110): persiapkan untuk TOEFL 110+. Ini adalah tingkat di mana Anda membutuhkan bahasa Inggris setiap hari, membaca, menulis, mendengarkan, berbicara.
Ingat: TOEFL berlaku 2 tahun sejak tanggal ujian. Jika Anda berencana untuk melamar kuliah pada Oktober 2027, ikuti TOEFL paling lambat September 2027 – tetapi sebaiknya lebih awal, agar ada waktu untuk percobaan kedua jika diperlukan.
Rencana Persiapan TOEFL
Berapa banyak waktu yang Anda butuhkan? Itu tergantung pada titik awal Anda. Berikut adalah perkiraan realistis:
- Bahasa Inggris C1 (ujian akhir SMA tingkat lanjut 85%+): 4–6 minggu, menyempurnakan format, strategi per bagian, 2–3 tes simulasi lengkap.
- Bahasa Inggris B2+ (ujian akhir SMA tingkat lanjut 70–84%): 2–3 bulan – memperkuat Speaking dan Writing, kosakata akademik, 4–6 tes simulasi.
- Bahasa Inggris B2 (ujian akhir SMA tingkat lanjut 55–69%): 3–5 bulan, membangun kelancaran, membaca intensif, latihan teratur dengan frasa akademik.
- Bahasa Inggris B1 (ujian akhir SMA tingkat dasar): 6+ bulan – pertama bangun dasar bahasa, lalu persiapkan format TOEFL.
Rencana Persiapan TOEFL – Garis Waktu (3 Bulan)
Rencana persiapan College Council, berdasarkan data 2024–2026
Kesalahan Paling Umum Siswa Indonesia pada TOEFL
Setelah bertahun-tahun bekerja dengan kandidat, kami melihat pola yang berulang:
1. Mengabaikan Speaking. Siswa Indonesia sangat baik dalam membaca dan mendengarkan, tetapi berbicara di bawah tekanan waktu (45–60 detik per jawaban) adalah liga yang berbeda. Speaking membutuhkan otomatisasi – Anda harus memiliki skema jawaban yang siap, frasa transisi, dan kemampuan untuk mengatur pikiran dalam beberapa detik. Latihlah berbicara dengan lantang, rekam diri Anda, dengarkan kembali.
2. Menulis “ala Indonesia” dalam bahasa Inggris. Sistem pendidikan Indonesia mengajarkan penulisan esai dengan tesis, argumen, dan kontra-argumen, tetapi format Anglo-Saxon berbeda. Esai TOEFL membutuhkan struktur yang jelas (pernyataan tesis → kalimat topik → detail pendukung → kesimpulan) dan konektor akademik. Tidak cukup hanya benar – Anda harus menyusunnya.
3. Mengabaikan jenis tugas TOEFL 2026 yang baru. Mulai tahun 2026, TOEFL memiliki format baru di setiap bagian, Listen & Repeat di Speaking, Build a Sentence di Writing, Complete the Words di Reading. Jika Anda hanya berlatih dengan materi lama, Anda tidak akan siap untuk apa yang menanti Anda di ujian sebenarnya.
4. Memulai persiapan terlalu lambat. “TOEFL hanyalah tes bahasa Inggris, saya akan lulus tanpa persiapan” – tidak, Anda tidak akan lulus. Atau lebih tepatnya – Anda akan lulus, tetapi dengan skor 70–75, yang tidak cukup untuk universitas yang layak di Eropa. Bahkan jika Anda berbicara dengan lancar, format TOEFL membutuhkan strategi khusus.
FAQ, Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan – TOEFL adalah Tiket Anda ke Eropa
Ujian TOEFL iBT adalah sertifikat bahasa yang paling banyak diterima di universitas-universitas Eropa, dan sekaligus ujian yang dapat diambil oleh lulusan SMA Indonesia dengan kemampuan bahasa Inggris tingkat B2+ dengan skor yang baik setelah 2–3 bulan persiapan. Skor 90 membuka pintu ke Imperial College, TU Delft, Copenhagen Business School, dan Trinity College Dublin. Skor 100 – ke Oxford, Cambridge, ETH Zurich, Sciences Po, dan LSE. Dan skala Band 1–6 yang baru tidak mengubah permainan, itu hanya informasi tambahan di laporan skor Anda.
Kunci keberhasilan: mulailah lebih awal, latih keempat bagian, dan targetkan 10 poin di atas minimum. Di prepclass.io Anda memiliki tes simulasi lengkap, latihan per bagian, dan penjelasan rinci – semua yang Anda butuhkan untuk mempersiapkan TOEFL tanpa meninggalkan rumah.
Langkah Selanjutnya
- Kerjakan tes diagnostik, di prepclass.io atau di alat resmi ETS, untuk mengetahui titik awal Anda.
- Tetapkan target skor – berdasarkan universitas yang ingin Anda lamar (gunakan tabel dari artikel ini).
- Baca panduan lengkap TOEFL 2026 kami, ujian TOEFL 2026 – panduan lengkap dengan deskripsi jenis tugas baru.
- Bandingkan TOEFL dengan IELTS – TOEFL vs IELTS – sertifikat mana untuk kuliah di Eropa?.
- Rencanakan persiapan, minimal 2–3 bulan sebelum tanggal ujian yang direncanakan.
- Daftar ujian – di ets.org/toefl atau ikuti Home Edition.
- Kenali universitas, jelajahi panduan kami tentang studi di Inggris, Belanda, Swiss, dan Skandinavia.
Butuh bantuan dengan aplikasi ke universitas tertentu? Kunjungi okiro.io – platform kami yang mendukung lulusan SMA Indonesia dalam proses pendaftaran kuliah di luar negeri. Semoga berhasil – dan ingat, TOEFL adalah tes keterampilan, bukan bakat. Konsistensi selalu menang. Selalu.